Model SNMPTN Tahun 2011

Pada awal oktober 2010 Kemdiknas pernah menyatakan bahwa Seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) akan dibenahi oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Minimal 60 persen mahasiswa baru wajib dijaring lewat seleksi yang diadakan secara nasional. Dinyatakan oleh Mendiknas Mohammad Nuh bahwa PTN harus terbuka untuk mahasiswa dari semua golongan dan daerah. Kita perlu tertibkan jalur masuk yang banyak karena membebani masyarakat.

Pemerintah mengaturnya dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelengaraan Pendidikan sebagai konsekuensi amar putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan Undang-undang Badan Hukum Pendidikan. Sebagai perwujudan dari tekad Kemdiknas tersebut berikut ini kami turunkan Model Baru pelaksanaan Penerimaan mahasiswa baru PTN tahun 2011.

Download Soal dan Pembahasan

 Pada Medio November 2010 Pemerintah menetapkan, dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri, sebanyak 60 persen dari kapasitas yang tersedia harus melalui seleksi nasional. Merespons keputusan ini, sejumlah perguruan tinggi negeri akan melakukannya melalui dua jalur penerimaan.

Jalur pertama melalui ujian tertulis seperti seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan jalur kedua adalah jalur nontertulis lewat penelusuran minat dan kemampuan (PMDK). Jalur ini tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi kuotanya tahun sekarang sudah ditentukan.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Musliar Kasim yang dihubungi dari Jakarta, Sabtu (13/11), mengatakan, setelah melalui sejumlah pertemuan, pada prinsipnya pimpinan PTN memahami kebijakan pemerintah seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010. Dalam peraturan pemerintah (PP) itu, antara lain, ditetapkan, penerimaan mahasiswa baru harus terbuka luas untuk semua anak bangsa dari Sabang hingga Merauke.

Musliar menjelaskan, penerimaan secara nasional lewat jalur tertulis polanya seperti SNMPTN. Calon mahasiswa bisa mendaftar ke perguruan tinggi mana pun di seluruh Indonesia dengan dua atau tiga pilihan dan menjalani tes tertulis secara serentak di seluruh Indonesia.

Adapun jalur nontertulis untuk mengakomodasi PTN yang menyeleksi calon mahasiswa dengan melihat prestasi dan nilai rapor siswa SMA sejak kelas I hingga kelas III. Selama ini setiap PTN melakukan sendiri seleksi tersebut dengan mengirimkan undangan kepada sekolah-sekolah yang dinilai potensial.

Adapun 40 persen dari kapasitas kursi yang tersedia, setiap PTN bisa membuka jalur masuk sendiri-sendiri atau berkelompok.